www.riau12.com
Senin, 01-Desember-2025 | Jam Digital
16:28 WIB - Studi Harvard 85 Tahun Ungkap Pekerjaan Paling Bikin Tidak Bahagia | 16:20 WIB - Minim PJU, Truk Kontainer Kembali Tabrak Portal di Jembatan Siak I Pekanbaru | 09:41 WIB - BMKG Prediksi Hujan Lebat Disertai Petir Landa Kuansing, Inhu, dan Inhil Sore Hingga Dini Hari Ini | 16:00 WIB - Riau Job Fair 2025 Dibuka 2–4 Desember, 61 Perusahaan Tawarkan 2.437 Lowongan Kerja | 15:50 WIB - Kesabaran Menghadapi Bencana, Janji Kemenangan dari Allah SWT bagi Orang Beriman | 15:41 WIB - DPRD Kampar Resmi Sahkan APBD 2026 Senilai Rp 2,65 Triliun, Bupati Apresiasi Kerja Keras Dewan
 
Operasi “Maritime Shield”, AS Hancurkan Kapal Narkoba di Perairan Internasional
Kamis, 06-11-2025 - 09:54:29 WIB

TERKAIT:
   
 

Riau12.com-JAKARTA – Amerika Serikat kembali menunjukkan sikap tegas dalam perang melawan peredaran narkoba. Tentara AS menyerang sebuah kapal yang diduga kuat membawa narkoba di wilayah timur Samudra Pasifik, Selasa (4/11/2025). Dua orang dilaporkan tewas dalam operasi tersebut.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi serangan itu melalui unggahan di media sosialnya. Ia menyebut kapal tersebut terlibat dalam penyelundupan narkoba yang melintasi jalur perdagangan ilegal.

“Intelijen kami memastikan kapal itu membawa narkoba dan melintasi jalur ilegal di perairan internasional timur Samudra Pasifik,” tulis Hegseth di akun X miliknya.

Menurutnya, operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye besar untuk menghentikan arus masuk narkoba ke Amerika Serikat.

“Kami akan menemukan dan menghancurkan setiap kapal yang berusaha menyelundupkan narkoba untuk meracuni warga kami. Melindungi tanah air adalah prioritas utama kami,” tegas Hegseth.

Serangan ini menambah daftar panjang aksi militer laut AS dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Departemen Pertahanan, sedikitnya 17 kapal telah dihancurkan dalam serangkaian operasi antinarkoba di wilayah Pasifik dan Karibia.

Langkah agresif tersebut menjadi bagian dari strategi “Maritime Shield”, operasi gabungan antara Angkatan Laut dan Garda Pantai AS yang menargetkan jaringan penyelundupan lintas negara. Wilayah perairan timur Pasifik selama ini dikenal sebagai jalur favorit bagi kartel narkoba Amerika Latin untuk mengirim barang haram ke Amerika Utara.

Meski berhasil menekan aktivitas penyelundupan, operasi semacam ini kerap menuai sorotan dari aktivis kemanusiaan yang menilai penggunaan kekuatan militer berisiko menimbulkan korban sipil di laut lepas. Namun, bagi Pentagon, keputusan itu dianggap perlu untuk menegaskan dominasi keamanan laut AS.

“Tidak ada kompromi bagi siapa pun yang mencoba memasukkan racun ke negeri ini,” ujar Hegseth dalam pernyataan resminya.

Dengan langkah ini, Amerika Serikat menegaskan komitmennya dalam memberantas penyelundupan narkoba, sekaligus memperkuat keamanan laut di wilayah Pasifik.




 
Berita Lainnya :
  • Operasi “Maritime Shield”, AS Hancurkan Kapal Narkoba di Perairan Internasional
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Anak SMA ini Mengaku Dengan "OM" atau "Pacar" Sama Enaknya, Simak Pengakuannya
    2 Azharisman Rozie Lolos Tujuh Besar Seleksi Sekdaprov Riau, 12 Orang Gugur
    3 Tingkatkan Pelayanan dan Tanggap dengan pengaduan masyarakat
    Lusa, Camat Bukit Raya Lauching Forum Diskusi Online
    4 Pemko Pekanbaru Berlakukan Syarat Jadi Ketua RT dan RW Wajib Bisa Operasikan Android
    5 Inilah Pengakuan Istri yang Rela Digarap 2 Sahabat Suaminya
    6 Lima Negara Ini Di cap memiliki Tingkat Seks Bebas Tertinggi
    7 Astagfirullah, Siswi Di Tanggerang Melahirkan Di Tengah Kebun Dan Masih Memakai Seragam
    8 Selingkuh, Oknum PNS Pemprov Riau Dipolisikan Sang Istri
    9 Langkah Cepat Antisipasi Banjir, PU Bina Marga Pekanbaru Lakukan Peremajaan Parit-parit
    10 Dosen Akper Mesum Dengan Mahasiswinya di Kerinci Terancam Dipecat
     
    Pekanbaru Rohil Opini
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2022 PT. Alfagaba Media Group, All Rights Reserved